Jariku jembatan

Februari 1, 2010 - 3 Tanggapan

Jariku jembatan putus.
Kata-kata ini sebenarnya punya mimpi ke negeri seberang: Berbaring santai di kertas abu-abu mulus, bersanding kata-kata yang lebih dulu punya status. Dipandangi, digemasi, disenyumi, dan oleh wisatawan kuliner kata bisa dibilang maknyus.
Apalagi kalau bisa berbadan kekar sampai ukuran 48 pixel. Waktu dijadikan headline, pasti bisa kelihatan bagus.

Namun jariku jembatan kusut.
Berenang menyeberang pun tenggelam.
Yang paling kelam, hati yang ikut menyelam.

Karena jariku jembatan semut.
Karena hari-hariku, hanya bersemangat selimut.

.

.

(Februari 2010)

Dek

Oktober 30, 2009 - 18 Tanggapan

Sunflower

Dek,
makanan yang kau suapkan ke dalam mulutku kemarin tanpa kusadari sekarang sudah tumbuh mekar menjadi bunga matahari indah yang kini kuletakkan dalam pot di taman depan halaman rumah.

Bunga matahari itu begitu cantiknya hingga taman depan pun sekarang bersinar dengan terangnya. Dan hati begitu bergidik takut melihat matahari yang bersanding dengannya pun kalah dalam hal benderangnya.

Dan adalah kuku lentikmu yang selalu menjadi kunang-kunang yang menerangi bunga itu saat malam hari karena selalu kutanam dan kusimpan di saat dia pecah atau saat dia patah.

Tapi dek,
Aku tak tahu apakah bunga itu akan tetap bisa bertahan ketika suatu saat nanti dia tahu kalau tanah halaman ini sebenarnya sudah terlalu pecah-pecah karena oleh banyak orang, halaman ini sudah terlanjur disewa.

.

.

(Oktober 2009)

Bulan di secangkir kopi

Agustus 22, 2009 - 14 Tanggapan

Bulan di secangkir kopi lebih indah dari bulan di langit tinggi
Kepekatan riak mata buta yang mengenal cahaya

Bulan di secangkir kopi lebih indah dari bulan di langit tinggi
Kehausan tapi tak ingin tahu rasanya kehilangan

Bulan di secangkir kopi lebih indah dari bulan di langit tinggi
Kepahitan air mata dari mata yang dituduh buta

.
.
(Agustus 2009)

Malam abadi

Juli 11, 2009 - 2 Tanggapan

Malam ini puisi sedang bernyanyi.
Tidak seperti biasanya, suaranya merdu sekali.
Mungkin karena para cengkerik yang sembunyi di balik jerami,
katak-katak berlompatan di kali,
atau sinar rembulan yang putih menyoroti.

Sedangkan penyair mencoba membuatnya abadi.
Lebih abadi dari panci yang dia tanam kembali.

(2009)

PUSPA

Juli 1, 2009 - 4 Tanggapan

PUSPA = Puisi pendek dan asal
===========================

Sambal Hidup

Lahap sudah
makannya

tinggal ingusnya

(2009)

———————————–

Kepada Puisi
:joko pinurbo

Kau adalah hidung, aku ingusmu.

(2009)
———————————–